Salah satu kegiatan yang di lakukan dalam mendukung kampanye “Human Security, Ecologycal Debt, Land Right, and Production and Consumption” atau di singkat “HELP” di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, adalah kampanye berupa talk show di salah satu radio anak muda yang ada di banjarbaru. Bekerja sama dengan STAR FM 90.5 “hits music for teenage spirit” talkshow ini bertujuan untuk, menyebarkan isu kampanye HELP ini di kalangan pelajar dan mahasiswa namun tidak tertutup juga untuk public umum agar lebih “aware” terhadap dampak dari batubara dan kaitannya dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini.
Talk show di radio ini sendiri sudah di lakukan sejak tanggal 12 maret 2009 hingga 26 maret 2009, acara yang di laksanakan setiap kamis malam mulai dari pukul 20.00-22.00 wita, konsep talk show yang di kemas dalam acara “save the earth” yang memang sudah menjadi acara rutin WALHI Kalsel setiap minggu di STAR FM. Namun khusus untuk bulan maret ini topic yang di bahas adalah tema “HELP”.
Di tanggal 12 maret yang lalu talk show ini di mulai dengan membahas huruf “H”, yap human security keselamatan manusia) itu lah kepanjangan dari huruf “H”, topic bahasan dalam kampanye radio ini lebih mengedepankan kaitan antara keselamatan manusia dengan batubara dan keadilan iklim, selama ini kita tahu bahwa batubara sangat lah mungkin untuk menggangu keselamtan manusia, baik itu dalam hal kesehatan maupun juga dalam pelanggaran HAM yang banyak terjadi dalam dunia pertambangan.
Lalu siaran untuk tanggal 19 maret masih melanjutkan terusan tema HELP, namun kali ini mengambil huruf “E”, huruf “E” yang mengandung makna Ecologycal Debt (hutang ekologis) merupakan salah satu unsur yang menyebabkan pemanasan global yang terjadi di Indonesia dan Kalimantan Selatan, hutang ekologis yang di maksud adalah bagaimana lembaga-lembaga keuangan dunia dengan seenaknya memberi hutang kepada Indonesia untuk membangun proyek-proyek yang justru berkontribusi terhadap perubahan iklim, salah satu contoh di kalsel adalah pembangunan pembangkit listrik yang masih mempergunakan batubara sebagai bahan bakunya, padahal kita tahu bahwa selama ini pembangkit listrik tenaga uap ini merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam perubahan iklim, belum lagi pembangkit dan batubara rentan terhadap konflik dengan masyarakat sekitar dan juga adanya pencemaran lingkungan yang terjadi.
Talk show terakhir di bulan maret ini kembali meneruskan tema yang memang di khusukan dalam bulan ini, dengan mengambil huruf “L” yang berarti Land Right (tata kuasa lahan), dalam talk show kali ini bahasannya lebih menitikberatkan bagaimana penggunaan lahan yang ada saat ini tidak hanya merugikan lingkungan tetapi juga bagaimana masyarakat lokal tersingkir dari kawasan kelola lahan mereka akibat adanya eksploitasi sumber daya alam, seperti pertambangan mislanya, malah membuat penduduk lokal kehilangan mata pencaharian asli mereka, dan yang lebih ironis lagi bila di kaitkan dengan tema terkahir yaitu huruf “P” yang juga berarti Production and Consumption (produksi dan konsumsi), Kalimantan Selatan selama ini di kenal sebagai daerah penghasil batubara namun bagaimana produksi dan konsumsi yang ada sangat lah tidak berkeadilan bagaimana misalnya 70% hasil dari eksploitasi batubara kalsel justru di ekspor ke luar negeri, 29% di kirim ke jawa-bali dan hanya 15 saja yang di nikmati oleh masyarakat kalsel.
Harapannya bagaimana kampanye radio ini mampu mempengaruhi opini pendengar tentang dampak dari batubara dan perubahan iklim yang ternyata sangat tidak adil bagi masyarakat dan lingkungan.
Kampanye Dampak Batubara dan Keadilan Iklim Lewat Radio
- No trackbacks yet.










































#1 by alec frizqa - November 19th, 2009 at 15:15
Kami punya solusinya agar batu bara tidak terlalu berdampak dalam pencemaran debu kel lingkungan.
Kami adalah perusahaan sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan penambang besar di Kalimantan dan Sumatera dengan aplikasi kami, berharap bisa banyak membantu mengatasinya.
Informasi lebih jelas hubungi Alec 08161376883, 02198595516
email: alec.focustindo@gmail.com
TErima kasih