Talk Show Maraton JATAM Kaltim di Radio Metro UNMUL Samarinda, Diskusikan Tambang dan Dampaknya


Talk show dilaksanakan di Radio Metro Mularman dengan 4 kali siaran yang disesuaiakan dengan tema kampanye yaitu HELP (Human security,ecological dept, land right, production and consumption)

-Talk show pertama berlangsung tgl 18 maret jam 11.00-12 00 dengan tema Batu-Bara dan keselamatan manusia. menghadirkan pembicara kahar al bahri (jatam kaltim) dan asman azis (budayawan dan pemerhati kebijakan) talkshow dipandu oleh michael adam dari Radio Metro. talk show dibuka dengan pemaparan tentang kondisi kota samarinda yang saat ini dikepung oleh kuasa pertambangan dan menimbulkan dampak seperti banjir dan pendangkalan sungai.

Antusisme pendengar ternyata sangat beragam, misalnya salah seorang penelpon, ibu yang bernama imah dari juanda 10 samarinda mengatakan bahwa “kita mengerti dampak tambang batu bara, sudah sangat memprihatinkan, kita juga sangat faham betapa pemerintah sudah tidak peduli dengan keselamatan warganya tapi apakah kita Cuma bisa diam setelah kita mengerti, ada momen seperti pemilu yang bisa kita gunakan untuk memilih pemimpin yang mau peduli dengan lingkungan apakah kita mau menggunakan moment itu atau tidak,”

Sementara penelpon kedua pak alif, lebih menyoroti tentang dampak pertambangan yang ada dikutai kertanegara yang juga berdampak langsung terhadap kota samarinda .”mas..harus membicarakan dampak ini sampai ketingkat provinsi karena kota samarinda itu dikepung oleh kutai kertanegara sementara kukar juga jor-joran mengeluarkan ijin KP

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan lugas misalnya asman aziz menggambarkan betapa kuasa pertambangan merubah kebudayaan masyarakat asli Kalimantan yang dulunya bertani dan bercocok tanam dengan cara berpindah-pindah tapi sejak pertambangan dan HPH masuk mereka dilokalisasi seperti dibikinkan gereja dan sekolah dan dilarang berpindah-pindah untuk tidak menggangu kawasan tambang sehingga akses mereka terhadap hasil hutan semakin terancam”

Talk show ke dua berlangsung tgl 19 maret jam 11.00-12 00 dengan tema Batu Bara dan Utang Ekologi.menghadirkan pembicara kahar al bahri dan wiwin al hafsi (dosen dan aktivis bebsic) talkshow juga dipandu oleh michael adam dari radio metro,talk show dibuka dengan pemaparan tentang kondisi kota samarinda yang saat ini dikepung oleh kuasa pertambangan dan menimbulkan dampak seperi banjir dan pendangkalan sungai. juga sedikit mereview hasil talkshow kemarin.

Wiwien alhabsi dan Data Kesuma dalam talk show juga membicarakan tentang dampak batu bara yang telah merusak ekologi Kalimantan dan betapa banyak layanan public yang dihancurkan seperti jalan-jalan antar provinsi serta debu-debu yang sangat mengganggu keselamatan manusia beliau juga memaparkan tentang gerakan yang menginspirasi para aktivis untuk mulai menghitung kerugian yang ditimbulkan oleh maraknya kuasa pertambangan.

Seorang penelpon (pak syamsudin) yang saat itu sedang mendengarkan radio dari mobil juga berinteraktif mengatakan ”pemerintah sangat bertanggung jawab terhadap situsi seperti ini dan semestinya semua kerugian yang disebabkan oleh maraknya kuasa pertambangan dibebankan ke perusahaan bukan kepada masyarakat yang sudah terkena dampak dan lsm harus menjembatan hal tersebut”

Sedangkan pak Alif malah mengatakan “ saya tidak sepakat apa yang dilakukan oleh LSM sekarang karena walaupun menyajikan data toh ujung-ujngnya juga memeras perusahaan dan minta duit sama pemerintah mereka Cuma mau mengacaukan situiasi samarinda yang udah kondusif” pembicara menjawab bahwa tidak semua LSM seperti itu dan apa yang dilakukan jatam juga jauh dari itu, pembicara juga menggambarkan bahwa akan sangat berbahaya bagi masyarakat jika tidak ada fungsi control dan membiarkan berjalan tanpa pengawasan .juga pentingnya ketegasan sikap pemerintah terhadap dampak ekologis yang harus dubayar oleh perusahaan dan Negara-negara yang melakukan investasi pertambangan.

-Talk show ketiga berlangsung tgl 24 maret jam 11.00-12 00 dengan tema batu bara dan hak atas tanah.menghadirkan pembicara kahar al bahri dan RUSTAM S.Hut (dosen dan pengelola hutan lindung BUKIT SOEHARTO) talkshow juga masih dipandu oleh michael adam, talk show dibuka dengan pemaparan tentang kondisi kota samarinda yang saat ini dikepung oleh kuasa pertambangan dan menimbulkan dampak seperti banjir dan pendangkalan sungai.juga sedikit mereview hasil talkshow kemarin

Pak Rustam juga memberikan gambaran tentang kondisi hutan Dibukit SUHARTO yang sudah dikepung tambang, dan banyaknya kuasa pertambang yang mngincar wilayah tersebut,juga turunnya luas areal petanian yang ada disekitar tahura yang disebabkan aktivitas tambang.

Seorang pendengar dari segihan kutai kertanegara menceritakan pengalamannya “saya warga segihan saya sampaikan bahwa 3 orang warga kami sekarang ditahan oleh polisi kutai kertanegara, karena tertangkap mencuri batu bara PT.KYMKO dan PT.KAYAN (PKP2B) , di segihan ini adalah kejadian baru bagi kami karena selama ini kami biasa saja untuk mencukupi kebutuhan hidup tapi sejak tambang masuk awalnya memang memberi duit untuk ganti rugi lahan tapi sejak itu tanah tani dan kebun juga diserobot, sumber airnya juga dikeruk jadi dengan terpaksa lahan kami yang tersisa juga kami jual ke perusahaan, nah masalahnya warga tidak punya keahlian apa-apa selain bercocok tanam sehingga ketika uang habis kami tidak punya penghasilan lagi dan terpaksa mencuri, ok. kalau kami salah karena mencuri tapi anehnya kok kami saja yang ditanggkap sedangkan pengusaha yang mau beli batu bara curian kami kok ngga’ ditangkap..tolong Bantu kami”

-Talk show ke empat berlangsung tgl 25 maret jam 11.00-12 00 wita dengan tema Batu Bara antara produksi dan konsumsi sedianya .menghadirkan pembicara kahar al bahri, fredy dari dinas pertambangan serta Ery Panca Setiawan dari SHI. talkshow ini rencana menghadirkan audiens dan dikemas seperti dialog public, on air,tapi kondisi samarinda yang sejak subuh dini hari hujan deras samapai sore (yang menimbulkan banjir) maka pembicara dari dinas pertambangan tidak datang dengan alasan terjebak banjir demikian juga audiens dari kalangan mahasiswa dan masyarakat korban tidak bisa datang sementara jadwal tidak bisa diundur jadi talk show ini berjalan apa adanya dengan dua pembicara saja.tanpa audiens bahkan pendengar yang biasanya merespon dengan telpon. (Merah-Andi-Ocha)

  1. No comments yet.
(will not be published)
  1. No trackbacks yet.