Climate Toxic Tour adalah acara yang mengajak para jurnalis dan komunitas sepeda bersepeda menelusuri tepian sungai Mahakam di Samarinda, dengan tongkang yang hilir mudik ditengah sungainya, hingga tepian Mahakam tempat berjejernya conveyor dan stockpile batubara. Peningkatan produksi batubara di tengah upaya Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) mengatasi dampak perubahan iklim, sungguh sangat ironis dan mengecewakan. Lebih jauh, peningkatan produksi batubara ini akan memperburuk dampak perubahan iklim.
Rute yang ditempuh adalah Samarinda menuju Kukar dengan menggunakan 3 mobil pick up kemudian peserta turun dibawah Conveyor PT.Tanito Harum yang berada tepat berada di tepi sungai Mahakam yang pada saat itu sedang mengangkut batu bara kedalam ponton dengan demikian peserta melihat langsung aktivitas angkut batu bara tersebut beberapa peserta nyeletuk berapa ton ya isinya kemana dibawanya ya berapa harganya,,,,
Celetuk itu kemudian Dijawab oleh peserta lain; banyak ,,tapi kita nga dapat apa-apa…kemudian para peserta yang terdiri dari 6 0rang dari bike to work 4 media lokal ( kaltimpost, tribun kaltim, sapos dan koran kaltim )12 orang tari Crossline community serta 3 dari panitia, melanjutkan perjalanan menuju sebulu sepanjang 12 km di sebulu peserta menyebrangi sungai mahakam menggunakan perahu klotok menuju sebulu kampung menuju segihan dan ke separi sepanjang 15 KM (kawasan beroperasinya 4 perusahaan tambang PKP2B, kitadin, kayan kymco dan mahakam sumber jaya. perjalanan ini diselingi dengan istirahat dan interaksi dengan masyarakat di sepanjang sungai mahakam, bahkan ketika melewati areal PT kayan peserta dengan spontan berhenti di stock pile batu bara dan menaikinya sembari membentangkan spanduk BATU BARA MEMBAKAR IKLIM diatas tumpukan batu bara sembari diawasi petugas keamanan tambang yang ternyata polisi.selanjutnya peserta diskusi di desa kertabuana disamping lobang-lobang bekas galian tambang yang ditinggalkan PT KITADIN .yang penuh racun tepat jam 14.00 wita para peserta memasukkan sepeda keatas mobil dan pulang setelah sebelumnya makan siang bersama . (Andi-Merah-Ocha)










































Recent Comments